Tertantang oleh kawan untuk membuat blog sendiri, memaksa saya bertualang di dunia antah berantah.
Bingung ingin menampilkan apa.
Mungkin blog ini saya buat seperti blogger kebanyakan, cerita hidup sehari-hari.
Tapi memang sehari-hari saya agak aneh.
Panggil saya "Portu".
Ini blog tentang kehidupan sehari-hari saya yang biasa saya dendangkan dengan bergumam cepat di dalam hati.

Senin, 22 Desember 2008

Fanamorgana

kau bilang ku hina kau anggap ku fana
berbagai cerita dominasi media
omong kosong belaka doktrin rakyat jelata
terasa menyiksa walau kasat mata

cuma microphone ini, hanya megaphone ini
yang bisa mengerti terminal lidah ini
asap membumbung tinggi kotori kerah putih
dan kau duduk dirumah sambil nonton tv

melihat berita malam ini
darah mahasiswa dihabisi
mengerikan, menegangkan, menjijikan, menyedihkan,
mengenyangkan?

isu komersial sementara
ga beda jauh ama sinetron remaja
visualisasi lisan minim aksi
pergulatan argumentasi

cerita negeri ini
negeri kita sendiri
ga ngerti demokrasi
apatuh reformasi
ga ada yang peduli
semua serba sendiri
yang penting anak istri
bisa makan hari ini

"terlintas saat sepulang habis demo depan kampus dan mendengar tanggapan orang-orang yang optimis (optimis bahwa tidak perlu diadakan demo-demo seperti itu), dan sialnya kami berjuang untuk orang-orang seperti itu."

Selasa, 09 Desember 2008

Sikap

hibernasi tlah mengurung otak ini tuk tak beranjak
terbentur kosong dan menunggu tuk merangkak
hanya menguyah sesal dan trus mengumpat kesal
tak tercurahkan hanya ditemani selembar kertas digital

kumulai dengan hibernasi dan diakhiri
dengan sesuatu yang berbau halusinasi
terbentur imajinasi mtv
dan cara Bill Gates mendapatkan surga duniawi
harapan dan pencapaian tergantung dari cara pandangmu
melihat dan menyikapi duniamu
peluh keringat yang tak diperlihatkan
dapat menutupi sluruh ambisi impianmu
lihat bagaimana mereka mendapatkannya
bukan mengagumi istana yang ditinggalinya
lihat bagaimana mereka memperolehnya
bukan mengagumi baju indah yang dikenakannya

semua tentang sikap
bukan bakat
bukan seberapa cepat otak menangkap
hadapilah
jangan kalah
jangan pernah berpikir tuk menyerah

mata untuk mata
darah untuk darah
daya untuk upaya
semua untuk kaya
argumentasi konyol berasaskan petuah usang
ga akan membuat kita maju dan banyak uang
peduli setan ayahku seorang kapitan
peduli setan nenekku hidup di lautan
hentikanlah, buang, dan mulai berjuang
karna hidup kita sudah di ujung jalan.

"terlintas saat bangun dan menyadari ketertinggalan bahwa kawan-kawan sudah mulai skripsi dan bahkan banyak juga yang telah lulus, sial."