Tertantang oleh kawan untuk membuat blog sendiri, memaksa saya bertualang di dunia antah berantah.
Bingung ingin menampilkan apa.
Mungkin blog ini saya buat seperti blogger kebanyakan, cerita hidup sehari-hari.
Tapi memang sehari-hari saya agak aneh.
Panggil saya "Portu".
Ini blog tentang kehidupan sehari-hari saya yang biasa saya dendangkan dengan bergumam cepat di dalam hati.

Selasa, 07 Juli 2009

Lirik terakhir

ku buka mata dan yang terlihat hanya samar
terhalang air mata yang tak kunjung pudar
sinar lampu silau menusuk mataku pejam
tak sesakit saat dirimu tinggalkan ku kejam

dengan duka kini kembali ku tutup mata
tanpa cahya kini ku terbaring buta
tak ada suaramu
tak ada ragamu
yang tersisa hanya tangga kenangan
bersama mu yang sedang ku bangun
ku berharap dapat berjumpa dengan mu
di dalam mimpi dan ku tak terbangun
selamanya.

dan ternyata ku tak bisa sedikit pun memejamkan mata
kusadari ku tak ingin smua ini hanya mimpi belaka
ku ingin bersama mu dan itu nyata.

Kamis, 29 Januari 2009

Morning song of the day

I wish you would step back from that ledge my friend,
You could cut ties with all the lies, that you've been living in,
And if you do not want to see me again, I would understand.
I would understand,
The angry boy, a bit too insane,
Icing over a secret pain,
You know you don't belong,
Well everyone I know has got a reason, To say, put the past away,

I wish you would step back from that ledge my friend,
You could cut ties with all the lies, That you've been living in,
And if you do not want to see me again, I would understand,
I would understand.

-by third eye blind.

last night we talked about many
listened about story of you and me
about myself and my family
nothing special just a bedtime story
in the next morning
i got your name on the screen
send me a song
but this is not about the lyric
but this is about the moment
a very special moment
even you wouldn't understand
cause maybe today
i can put the past away


"terlintas saat..hmmm..saat apa ya??..ya terlintas aja gitu"

Kamis, 01 Januari 2009

Sesaat terdiam, selama berlari

terdengar sayu di pinggiran telinga
memudar mimpi seiring membangun mata
apa yang terlintas tak pernah terasa
keinginan tak menuai kesempatan yang ada

sesaat ku terdiam, selama mungkin ku berlari
mengejar impian resolusi hari ini
ingin bukan mimpi, harus ku jalani
bukan tahun depan tapi pagi ini di 2009

bangun dari tidur dan tetaplah bermimpi
mengejar impian bukan sebab ego diri
tetapi harapan, sebuah pundak tumpuan
bukan sekedar berjalan tetapi berlari ke depan

depresi definisi hentikanku tuk melaju
bantahkan dilema solusi problema
itu yang utama.


"terlintas saat bangun sore di awal hari dari tahun yang awal."

Senin, 22 Desember 2008

Fanamorgana

kau bilang ku hina kau anggap ku fana
berbagai cerita dominasi media
omong kosong belaka doktrin rakyat jelata
terasa menyiksa walau kasat mata

cuma microphone ini, hanya megaphone ini
yang bisa mengerti terminal lidah ini
asap membumbung tinggi kotori kerah putih
dan kau duduk dirumah sambil nonton tv

melihat berita malam ini
darah mahasiswa dihabisi
mengerikan, menegangkan, menjijikan, menyedihkan,
mengenyangkan?

isu komersial sementara
ga beda jauh ama sinetron remaja
visualisasi lisan minim aksi
pergulatan argumentasi

cerita negeri ini
negeri kita sendiri
ga ngerti demokrasi
apatuh reformasi
ga ada yang peduli
semua serba sendiri
yang penting anak istri
bisa makan hari ini

"terlintas saat sepulang habis demo depan kampus dan mendengar tanggapan orang-orang yang optimis (optimis bahwa tidak perlu diadakan demo-demo seperti itu), dan sialnya kami berjuang untuk orang-orang seperti itu."

Selasa, 09 Desember 2008

Sikap

hibernasi tlah mengurung otak ini tuk tak beranjak
terbentur kosong dan menunggu tuk merangkak
hanya menguyah sesal dan trus mengumpat kesal
tak tercurahkan hanya ditemani selembar kertas digital

kumulai dengan hibernasi dan diakhiri
dengan sesuatu yang berbau halusinasi
terbentur imajinasi mtv
dan cara Bill Gates mendapatkan surga duniawi
harapan dan pencapaian tergantung dari cara pandangmu
melihat dan menyikapi duniamu
peluh keringat yang tak diperlihatkan
dapat menutupi sluruh ambisi impianmu
lihat bagaimana mereka mendapatkannya
bukan mengagumi istana yang ditinggalinya
lihat bagaimana mereka memperolehnya
bukan mengagumi baju indah yang dikenakannya

semua tentang sikap
bukan bakat
bukan seberapa cepat otak menangkap
hadapilah
jangan kalah
jangan pernah berpikir tuk menyerah

mata untuk mata
darah untuk darah
daya untuk upaya
semua untuk kaya
argumentasi konyol berasaskan petuah usang
ga akan membuat kita maju dan banyak uang
peduli setan ayahku seorang kapitan
peduli setan nenekku hidup di lautan
hentikanlah, buang, dan mulai berjuang
karna hidup kita sudah di ujung jalan.

"terlintas saat bangun dan menyadari ketertinggalan bahwa kawan-kawan sudah mulai skripsi dan bahkan banyak juga yang telah lulus, sial."